Background

Kemarin kau kirimkan pesan singkat pada handphone ku. "Aku belikan tiket kereta untuk pulang besok, entar uangnya aku transfer". Sejak membaca SMS itu aku langsung menuju Stasiun Lempuyangan Jogja. Cukup jauh dari rumah kosan ku yang terletak di Jl. Gejayan Jogja. Bisa dibilang tiap pulang ke Bandung aku selalu denganmu, atau kamu yang selalu denganku. Aku juga kurang seberapa paham ketikau engkau meminta pulang naik kereta bersama aku selalu mengiyakan. Sebetulnya aku lebih memilih pulang dengan bus patas atau dengan pesawat. Tapi seketika kau meminta seketika itu juga aku mengiyakan. Setelah cukup lama mengantri di loket tiket, akhirnya aku mendapatkan dua buah tiket KA Ekonomi Kahuripan Jogja-Bandung. Aku melihat nomor duduk yang cukup strategis, menghadap ke depan dan di posisi seat isi 2.

Segera ku pencet virtual keyboard untuk melayangkan pesan singkat jam keberangkatan kereta besok malam. Melihat arloji menunjukkan pukul 20.00 WIB, aku masih menunggu di depan pintu masuk peron, engkau tak kunjung datang. Aku sempat dial nomor handphone kamu tapi tak terjawab. Setelah beberapa menit setelah itu kau turun dari motor teman kosanmu dengan menenteng tas kecil yang kau selalu bawa saat pulang dan ransel motiv cewek yang kau gendong di pundak. Kau duduk di samping jendela, mungkin itu tempat favoritmu di kendaraan, selalu memilih tempat dekat jendela kamu bilang biar bisa melihat pemandangan sekitar dan bisa sewaktu-waktu mengambil gambar dari Smartphone mu. Saat di tengah perjalanan, sekitar separuh perjalanan. Kau terlihat tertidur pulas dengan kepala bersandar pada kaca jendela. Dengan headset putih tetap terpasang ditelinga kau terlihat membetulkan posisi tidur yang nyaman. Melewati beberapa jembatan kereta mulai tergunjang, tidur nan pulas terganggu karena kepala mu terbentur dan seketika langsung terbangun. Dalam hati kucoba menawarkan bahu untuk bersandar tapi tak kuasa lidah mengucapkan tawaran itu. Seketika mulut langsung terkunci tak bisa berkata-kata apapun. Tiba-tiba secara reflek kamu memindah posisi sandaranmu ke bahu kananku entah kenapa tidurmu kembali pulas. Aku hanya terdiam dan terjaga sendiri dalam hening malam yang semakin larut seiring suara kereta melesat menuju kota kembang. Tak terasa entah aku masih terjaga atau tertidur dengan mata masih menutup, kudengar suara adzan subuh dan kereta pun telah sampai pada kota tujuan kita. Subuh kereta terjadwal sudah sampai stasiun Bandung. Aku masih tak tega membangunkan dari tidur lelap dalam sandaran bahuku. Ketika aku membenarkan posisi duduk tak sengaja bahu ku bergerak dan kau pun terbangun. Dengan senyum aku berkta dalam hati "maafkan aku telah membangunkanmu". Di pintu keluar kami berpisah kau dengan tas ransel dan tas tangan mu telah di tunggu mobil SUV Putih sementara aku masih menunggu Taksi. Dalam hati kecilku sesungguhnya tersimpan rasa, entah rasa apa itu. Ketika kau meminta seketika itu aku mengiyakan, aku tak bisa mengatakan apa-apa saat aku mau mengucapkannya mulut langsung taekunci. Biarkan waktu yang memberi tahu dirimu yang sebenarnya.

Bandung, Januari 2013
Kereta Jogja-Bandung
The power of Pray. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan kata 'do'a'. Suatu ketika saat kita terpuruk dalam suatu keadaan kita tak henti-hentinya memanjat do'a pada Sang Kuasa untuk pertolongannya. Siang malam kita selalu mengucap namanya, mengucap permintaan, petunjuk untuk dimudahkan atas segala cobaan yang diberikan-Nya. Saya sendiri juga begitu selalu momohon kepada-Nya untuk diberi kemudahan dan kebarokahan dalam menjalani hidup ini. Saya bertanya-tanya apa Allah mendengar do'a saya dan mengabulkannya. Saya meyakini bahwa Allah selalu mendengar segala keluh kasih setiap hamba-Nya. Optimisme itu kembali muncul saat saya membuka file do'a format .docx di private folder saya. Do'a itu saya tulis dan saya layangkan lewat e-mail kepada teman saya yang orang tuanya akan berangkat Ibadah Haji. Saya menulis dengan kesungguhan hati untuk berserah diri sepenuhnya kepada-Nya.
Setelah saya baca kembali do'a yang saya tulis. Saya lantas berdecak, hati serasa bergetar ketika baris demi baris membaca ulang tulisan itu. Rasa sangat bersyukur telah di kabulkannya satu persatu do'a saya. Allah ternyata mendengar setiap do'a yang dipanjatkan. Mengutip dari perkataan ustad dalam suatu forum pengajian "Yang namanya do'a itu ada tiga macam. Ada do'a yang sekali meminta langsung diberi, selanjutnya diganti yang lebih baik lagi dan ditunda (diberi dilain waktu)".
Yakin atas segala do'a yang terucap. 
Yakin bahwa Allah memberikan terbaik bagi hamba-Nya.
Yakin hidup ini lancar barokah dengan tawakal pada Allah.

Alhamdulillahhirabbil Allamin atas semua nikmat yang engkau berikan kepada diriku dan keluargaku.
Mungkin saat itu panas sangat terik di sekitar pantai. Suara ombak menggulung-gulung dengan kerasnya. Laut siang itu terlihat membiru jernih. Batu karang yang berdiri sendiri tampak kokoh meskipun di hantam gulungan ombak. Ironi memang jika kita melihat batu itu. Berdiri sendiri jauh dari batu karang lainnya dihantam dengan ombak keras setiap hari, tapi tetap berdiri kokoh tanpa mengeluh. Hamparan pasir putih membentang di pesisir pantai. Butiran kecil pasir terasa lembut ketika kaki melangkah setapak demi setapak. Ku langkahkan kaki ku mengikuti jejak kakimu. Kau sengaja berjalan di depanku. Dari belakang aku kembali melihat sosok punggung. Entah kenapa selalu ku melihat sosok punggung mu. Apakah aku seorang pengagum punggung? Tapi melihat mu dari belakang, kau seperti sosok yang berbeda sosok apaadanya terlepas dari semua sifat-sifatmu selama ini. Apakah mungkin aku hanya mencintaimu dari belakang saja?. Aku kembali bertanya pada diriku sendiri yang sering pilu ketika memikirkan hal tersebut. Jikalau aku hanya mencintai mu dari satu sisi saja, berarti aku seorang penjahat, seorang yang tidak bisa menerima dari kedua sisi, bisa saja seorang pengecut yang tidak mau mengambil resiko atas sisi yang lainnya. Tapi terlepas dari semua itu, aku sangat mengagumi sosokmu. Paras wajah yang cantik, caramu mengenakan hijab, senyum tegasmu, caramu bertutur kata, sifatmu kepada semua orang, semua hal yang ada pada dirimu membuat aku semakin kagum dengan dirimu. Aku bersyukur kepada Tuhan karena diberi anugrah memiliki rasa yang lebih terhadapmu. Merasakan indahnya 'jatuh cinta'. Bersama kawan-kawan yang lain kau berlarian di seitar tepi pantai. Kaki berdecik melangkah sambil menginjak-injak ombak yang naik ke bibir pantai meninggalkan bekas jejak. Jejak kaki kecil di pasir pantai ku coba ikuti. Setapak demi setapak langkah kakimu ku ikuti. Aku mencoba menambah kecepatan melangkahku supaya bisa mengejar dirimu dan berlarian bersama. Entah kenapa larimu semakin cepat. Aku seketika tidak bisa berlari lebih cepat. Kau semakin jauh disana, seketika semua menjadi gelap. Aku tersungkur diatas pasir pantai, ombak, batu karang dan semuanya tidak ada sekeliling berubah menjadi gelap tanpa cahaya satupun. Badan terasa lemas tak berdaya dan tak sadarkan diri.
Ketika mataku mulai terbuka hanya terlihat atap plavon kamar kosan yang sempit. Semua tadi hanya mimpi, mimpi tentang dirimu. Entah kenapa kau muncul dalam mimpi. Efek tugas kuliah yang banyak membuat kualitas tidur menjadi berkurang. Tetapi aku tetap bersyukur karena Tuhan menghadirkan sosokmu dalam mimpi yang singkat.
Malam itu saat bertemu denganmu disebuah cafe tempat kita sering ketemuan seperti biasanya. Cuaca sedikit dingin karena hujan rinti sejak tadi sore. Meja kayu yang dibiarkan warna aslinya dihiasi lilin warna-warni dalam sebuah gelas. Ketika itu juga saat angin semilir dari balkon cafe, kunyanyikan lagu yovie nuno judulnya inginku bukan hanya jadi temanmu. Ketika kau mendengarnya kau hanya tersenyum tipis sehingga lesung pipimu enggan terbentuk sempurna. Setelah kutipan lirik bait lagu yang kunyanyikan selesai, suasana hening sejenak. Tiba-tiba engkau menggumam sendawa lalu kau menyanyikan lagu Fatin-Memilih Setia.

catatan sebuah lagu
Sahabat. Mungkin bagi beberapa orang persahabatan itu merupakan segalanya. Termasuk juga saya. Sahabat kita peroleh ketika kita memasuki lingkup sosial yang lebih tinggi di atas keluarga. Saat kita bersosialisasi dengan rekan sebaya di lingkungan komplek setiap sore, bercengkrama bersama maupun bermain bersama. Saat indah sebuah persahabat dimulai kita berkenalan. Saat pertama kali bertemu kita canggung untuk sekedar menyapa -say hello-, hanya sekedar ngomong seperlunya saja karena sulit menentukan pokok bahasan yang akan di bicarakan. Masa yang dilalui bersama terasa menyenangkan saat menghabiskan liburan maupun akhir pekan dengan berjalan-jalan. Kadang kala sahabat adalah tempat sandaran dikala kita sedih. Saat kita meneteskan air mata karena diputusin pacar. Tidak banyak juga dalam persahabatan diwarnai oleh pertengkaran satu sama lain. Penyebabnya juga tidak jelas, terlebih lagi karena hal sepele atau kesalah pahaman. Sungguh ingin tertawa sendiri ketika kita men-flashback hal tersebut.
Tak sedikit orang mengerti arti sebuah persahabatan. Mungkin mereka baru menyadari dikala sendiri dan tidak ada seorangpun di dekatnya. Dalam kesendirian kita melamunkan jikalau sahabat kita di sini bersama-sama menghabiskan malam yang sunyi senyap hanya ada suara jangkrik dan hewan malam lainnya. Ataupun jika tiba suatu perpisahan. Saat kelulusan dan semua pergi dengan jalannya masing-masing, tangisan persahabatan mewarnai perpisahan. 
Tapi yang namanya sahabat tidak ada kata perpisahan. Perpisahan hanya untuk para pecundang. Kita tak berpisah. Hanya terhalang jarak dan waktu. Sejatinya sahabat itu akan ada jika kita memerlukannya. Dengan pesatnya perkembangan teknologi jarak dan waktu hanya hoax belaka.
Oleh : Agung Wendy Prasetyo
Membaca merupakan suatu aktivitas yang dapat menambah wawasan kita terhadap ilmu pengetahun maupun teknologi. Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak dapat dilepaskan dari aktivitas membaca, mulai kita bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, membaca jadwal untuk hari ini, baca SMS yang masuk dari teman-teman maupun dari orang spesial kita dan ada sebagaian orang atau diri kita sendiri yang mengisi waktu luang untuk membaca, baik membaca novel, cerpen atau buku pelajaran yang kita lakukan setiap hari baik di sekolah maupun di rumah.
Tapi ironis sekali, dijaman yang berbasis IT seperti saat ini, saat kita berlomba-lomba dalam menghadapi era global, banyak terdapat orang yang sama seklai tidak bias membaca atau dengan kata lain dapat dikenal sebagai penyandang buta aksara.
Berdasarkan data pada tahun 2004, mayoritas penduduk Indonesia atau sebanyak 90,4% sudah melek huruf. Artinya masih tersisa 9,6% penduduk Indonesia yang masih buta aksara dan itu berjumlah sekitar 14,8 juta orang, bukan angka yang sedikit memang. Hal ini terjadi dikarenakan adanya DO (Drop Out) pada tingkat Sekolah Dasar yang terjadi pada anak kelas 1-3. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang kian memburuk, sehingga memaksa para anak bangsa ini yang ingin melanjutkan cita-cita perjuangan, mengukir prestasi sehingga mengharumkan nama bangsanya terpaksa harus kandas ditengah jalan.
Hal lainnya yaitu angka buta aksara lebih didominasi oleh perempuan. Dulu memang perempuan dipandang sebelah mata, tidak boleh keluar rumah saat sudah beranjak dewasa atau istilahnya dipingit sehingga tisak dapat mengenyam pendidikan yang semestinya. Tapi sejak adanya emansipasi atau penyetaraan gender seperti saat ini, banyak para perempuan yang menjadi wanita karir, pebisnis sukses dan yabg lebih takjub laginyaitu Negara kita pernah dipimpin oleh seorang presiden prempuan yaitu ibu Megawati Sukarno Putri. Tapi mengapa sekarang masih banyak terdapat perempuan yang yang kurang diberdayakan , sebagai objek trafficking (perdagangan manusia). Hal tersebut membuat para perempuan khususnya di daerah pelosok menjadi orang yang tidak dapat mengenali tulisan atau huruf.
Buta aksara merupakan suatu masalah bagi kita semua, baik di dunia Internasional maupun di Indonesia yang tidak dapat dianggap sebagai suatu masalah yang enteng. Karena buta aksara itu sendiri dapat mengganggu perkembangan suatu Negara. Hal ini terbukti dengan adanya pencapaian pembagunan manusia di Indonesia tertinggal dengan Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Filipina. Selain selain itu juga buta aksara dapat mengancam kelangsungan demokrasi di Negara kita seperti kata Ella Yulaelawati Direktur Pendidikan Masyarakat Depdiknas yaitu “Buta aksara melahirkan banyak kebutaan lain menyangkup social, budaya, ekonomi dan politik. Warga buta aksara akan sulit menerima informasi akan nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan. Padahal, dunia terlanjur mengenal Indonesia sebagai Negara demokratis” (dikutip dari Kompas, 15 Juni 2009). Berdasarkan kutipan tersebut, selain mengganggu kelangsungan demokrasi juga dapat menggagu berbagai aspek lainnya seperti aspek sosial masyarakat, budaya yang berada dalam masyarakt saat ini, kegiatan ekonomi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan juga system politik yang ada di Negara kita.
Di Gresik sendiri, hingga akhir 2008 penduduk Gresik yang buta huruf tercatat 7.693 orang. Angka itu berdasarakan dari data jumlah penduduk buta aksara tingkat lanjut usia 15-60 tahun. Dari hasil survei Dinas Pendidikan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik, angka buta aksara didominasi perempuan yakni mencapai 5.567 orang, sementara laki-laki tercatat 2.126 orang, perbandingan angka yang sangat signifikan.
Untuk itu pemberantasan atau penanganan buta aksara harus segera ditindak lanjuti, agar bangsa kita tidak semakin tertinggal dengan Negara lain. Kebijakan pemerintah yang mendukung kegiatan pemberantasan buta aksara seperti Inpres No. 5/ 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara (GN-PPBA), harus kita dukung sepenuhnya agar kebijakan tersebut dapat berjalan sebgaimana mestinya. PKMB (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang sudah ada kini harus dikelola dengan baik agar tidak terbengkalai tinggal papan namanya saja. SKB (Sanggar Kegiatan Belajar), Kursus, PAUD juga tidak luput dari perhatian kita semua untuk mengurangi jumlah buta aksara di Indonesia khususnya di Gresik. Yang baru-baru ini muncul yaitu program perpustakaan keliling yang diadakan oleh pemerintah, hal ini juga bertujuan untuk mengurangi jumlah penyandang buta aksara, dimana maysarakat khusunya anak-anak usia sekolah dasar atau menengah yang ada di pelosok boleh membaca secara cuma-cuma. Hal ini juga harus kita dukung agar dapat berjalan lebih baik lagi untuk kedepannya.
Jadi dalam proses pemberantasan buta aksara ini, harus terjadi adanya interaksi antara berbagai pihak yang terkait, mulai dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan, memberikan solusi yang tepat seperti penyelenggaraan pendidikan formal maupun non formal serta adanya perpustakaan keliling, kemudian hal yang penting yaitu masyarakat sebagai pendukung kebijakan dari pemerintah, pengontrol terhadap jalannya kebijakan serta sebagai pelaku kebijakan yang diupayakan dalam pemberantasan buta aksara.
Kepustakaan :
* SurabayaPost.co.id (Capai 7.693 Orang)
* Kompas.com (Buta Aksara Ancam Kelangsungan Demokrasi)
* bit.lipi.go.id (Pemberantasan Buta Aksara Dengan Hati)
* pnfi.depdiknas.go.id (Potensi Buta Aksara Baru di Indoensia 600 Ribu Pertahun)
Seseorang yang hanya mampu aku gapai sebatas punggungnya saja
Seseorang yang aku sanggup menikmati bayangnya dan tidak akan pernah bisa aku miliki
Seseorang yang hadir bagai bintang jatuh. Sekelebat kemudian hilang. Sebelum tangan ini sanggup mengejar.
Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat, sehalus udara, langit, awan, atau hujan.
-Rectoverso

Pengalaman aka Experience
Menurut saya pengalaman berasal dari kata kerja 'alam'. Yang berarti yang telah dilakukan atau dijalani. Manusia memiliki segudang aktivitas. Sifat manusia sebagai makhluk sosialis yang mengharuskan dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain adalah pemicu munculnya suatu pengalaman.
Kata pepatah "an experience is the best teacher". Saya sangat setuju sekali dengan cuplikan atau pribahasa tersebut. Sebuah pengalaman membuat seseorang belajar. Dari pengalaman manusia yang gagal, dia bisa berintrospeksi diri apa yang salah, apa yang membuat dirinya bisa gagal, apa yang kurang. Dari pengalaman kesuksesannya, dia bisa memberikan motivasi kepada orang lain. Karena dari pengalaman gagal yang telah dilalui dia bisa mengalami sebuah kesuksesan.
Pengalaman sangat berharga, tidak bisa dinominalkan atau dikruskan dengan mata uang dengan nominal tertinggi (Pound sterling) sekalipun. Manusia pasti sangat menghargai atau bahkan sangat mensyukuri atas pengalaman yang telah dilaluinya. Sekalipun itu pengalaman yang sangat buruk. Tidak bisa serta merta pengalaman itu dibuang atau diberikan orang lain.
Pengalaman membentuk karakter seseorang. Banyak pengalaman membuat seseorang terbentuk jati dirinya. Memiliki sifatnya sendiri. Setiap orang memiliki sifat berbeda-beda sekalipun saudara kembar karena hal yang mereka alami berbeda dan karakter yang terbentuk dari pengalaman tersebut berbeda pula.

Story, Character is an experience 

Berbanyak pengalaman tak akan menyesal nantinya. Menjalani hidup dengan semangat dan khusnudzonbillah.

w_inc
Mungkin lirik lagu dari Secondhand Serenade - Fall For You, cukup mewakili perasaan pada malam ini.
Search Song -> typing 'fall for you' -> enter -> Music Played

The best thing about tonight's that we're not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don't think that I am trying
I know you're wearing thin down to the core

But hold your breathe
Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you I'd never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed but I have loved you from the start

Oh, But hold your breathe
Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
It's impossible
So breathe in so deep
Breathe me in
I'm yours to keep
And hold on to your words
Cause talk is cheap
And remember me tonight
When you're asleep

Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find

Tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find
Pas lagi menjelajah di kaskus dan mencari tread dari page ke page, akhirnya nemu salah satu tread yang sagat menarik banget tentang cara ngelipat baju buat para traveler/ backpacker biar bajunya ndak kucel saat masuk tas atau keluar.
Tentu kita sadar bahwa ada banyak cara mengepak baju di  dalam ransel, sebagaian dari kita banyak yang tidak peduli bahwa baju-baju sudah tidak rapi atau kucel terutama untuk kaum adam. Lipatan baju akan mudah terburai apalagi kalau ngambil lipatan yang paling bawah. Apalagi buat traveler, kalau tatanan baju dalam ransel udah berantakan pasti males buat ngerapiin dari awal.

Kriteria melipat baju yang ideal :


  • Cepat
  • Ringkas (makan tempat sesedikit mungkin di ransel)
  • Tahan lungsut/kucel
  • Anti berantakan (baju mana pun dapat dikeluarkan dengan mudah tanpa membuat isi kantung berantakan, tanpa harus berhati-hati)
Berikut tips buat ngelipet baju yang simpel, rapi, tahan lecek dan muat banyak di tas. 




Yang diperlukan:
  1. Baju/ T-shirt 
  2. Kantung Baju (hindari kantung kresek yang berisik, itu membuat traveler lain di kamar hostel kamu terbangun saat mengeluarkan baju)
  3. Karet Gelang atau Karet Rambut (optional)
Steps:
  1. lipat baju dengan memanjang dengan lebar sesuai dengan lebar kantung
  2. gulung erat-erat (hati-hati sedikit supaya tidak kucel dan tidak molor)
  3. ikat dengan karet gelang (supaya gulungan tidak terbuka secara sengaja)
  4. atur rapi di kantung dan atur yang sering dipakai berada di atas.

Hasilnya rapi dan muat banyak kan. Bisa ambil baju terbawah dengan mudah dan tidak meng-kucelkan baju yang lainnya.

Sekian Tipsnya Semoga Bermanfaat


Saat kuliah Kimia Anorganik gol. Transisi. Dengan mahasiswa sebanyak 29 orang. menempati ruangan yang cukup besar. Kursi tertata 2 banjar tapi yang terisi hanya satu banjar, dan banjar yang lain dibiarkan kosong. Suasana ruangan cukup sejuk karena pagi itu suhu lumayan dingin kurang lebih 23 derajat celcius ditambah hembusa udara dari air conditioner.

Bangku deret kedua terisi hanya 3 mahasiswa. Deret dibelakangga cukup penuh. Di sela-sela dosen menerangkan slide presentasi, dua orang mahasiswa tengah asik ber-paper chat. Pembahasan mereka masih tentang materi kuliah (ikatan kimia). Tapi sudut pandang yang dibizarakan sedikit berbeda dari sudut pandang yang lainnya.

R : Mhs Cowk
S : Mhs Cewk

R: kamu lebih suka mana atom atau senyawa?
S: atom.
R: kenapa?
S: unyu-unyu.
R: atom itu egois ndak unyu-unyu. mending senyawa, baik hati melengkai satu sama lain.
S: dari atom-atom itulah senyawa dapat berikatan dan saling melengkapi.
R: tapi kan ada atom yang tidak mau berikatan.
S: ada juga senyawa yang berbahaya.
R: meskipun berbahaya, tapi dia tetap baik-baik saja sama pasangannya.
S: seharusnya dia juga bisa baik dengan yang lainnya. disini peran atom mengubah merreka menjadi tidak berbahaya lagi.
R: jadi pihak ke-3 dong?
S: bukan pihak ketiga, tapi penengah| bukankah sendiri-sendiri tapi dapat berhubungan dengan yang lain daripada berpasangan tapi mebahayakan semuanya.
R: atom negatif suka ganggu, dengan menarik/ mengambil punya orang lain.
S: salah siapa dia tergoda?? harusnya dia bisa mempertahankan pasangan mereka!
R: ya berarti si atom yang ganjen. udah tau sudah berikatan malah dikomporin.
S: senyawa yang tidak saling memberi dan merasa kekurangan akan mencapai yang lain untuk diajak berpasangan.
R: pasti ada penyebabnya, suatu senyawa tidak saling memberi.
S: ingat! senyawa tidak akan ada tanpa atom jadi jangan melulu menyalahkan atom.
R: kalo atom radioaktif/ gas mulia? bukannya mereka egois?
S: bukan berarti mereka egois, tapi lebih nyaman bersendiri, tapi tetep diantara mereka mencoba berinteraksi dengan atom yang lain.
R: tapi kenapa ditolak?
S: dia sudah merasa nyaman, tanpa berinteraksi dia bisa berguna bagi yang lain.
R: senyawa punya lika-liku.
S: lika liku apa?
R: ikatanya kadang kuat kadang lemah.
S: kuat lemahnya tegantung dari atom yang menyusunnya.
R: tapi si atom lain juga bisa jadi penyebabnya.
S: intinya senyawa bisa terbentuk entah itu ikatan, sifat atau interaksinya itu ya dari atom. senyawa nurut saja sama atom.
R: ndak bisa gitu dong, seenaknya sendiri berarti!!!
S: terus senyawa maunya gimana? emang kalo gak ada atom ada senyawa? sama kayak kita gak ada manusia gak ada kehidupan sosial, interaksi, dll


R: Time to say good bye
S: kesimpulan, atom-senyawa.
atom dan senyawa sama seperti manusia. atom sama kayak manusia. ketika sendiri dia hanya sebuah atom/ manusia. ketika atom berikatan dia membentuk senyawa sama seperti kita manusia berkumpul akan berinteraksi dan membentuk karakter/ sifat yang sesuai ketika dia bersama. ada yang bersama memberi pengaruh baik yang lain ada juga yang membahayakan yang lain. tergantung kita mau jadi baik atau yang gak baik.

CC by :
@wendy_inc and @putrizf