Background
Entah bagaimana kita berkenalan. Kapan kita pertama kali bertemu. Serta bagaimana kita bertegur sapa. Setiap kali kita berpapasan seperti melewati sebuah tembok, tanpa ada ekspresi apapun. Mungkin jika tidak karena suatu kebetulan mungkin kita tidak akan saling mengenal. Ketika aku duduk disalah satu bangku taman kampus, kau kebetulan berada didekatku. Dan tanpa aku sadarai aku kebetulan menawarimu sebuah kudapan yang baru saja aku beli dari mini market dekat rumah kos ku. Kebetulan kalau kita berada dalam satu kelas kuliah yang sama. Kebetulan juga kita selalu mengerjakan tugas dalam satu kelompok. Apa kebetulan juga kalau aku diam-diam menaruh perasaan kepadamu? Apa memang kebetulan ini direncanakan atau hanya sebuah kebetulan semata?. Entah apa daya tarik dirimu. Sulit dijelaskan oleh aljabar dan alogaritma yang telah diturunkan atau dideferensialkan. Gaya tarik tersebut tidaklah se simpel gaya tarik bumi atau gaya tarik medan magnet. Mungkin karena sifatmu itu. Yang menurut beberapa orang unik atau bahkan ada yang bilang aneh.
Saat aku bersama teman yang lainnya dirimu tak henti-hentinya disebut dan menjadi topik perbincangan sekelompok mahasiswa cowok yang sedang asik membaca buku di salah satu sudut perpusatakaan. Apa kebetulan juga salah satu teman ku juga menaruh hati pada dirimu. Apa kebetulan juga aku harus melepaskan begitu saja perasaan ku padamu. Aku tak memberi tau yang sebenarnya kepada dirimu apa itu juga kebetulan?. Pertemuan kita kebetulan, perkenalan kita juga kebetulan semuanya serba kebetulan. Seperti adegan film genre romance yang semua kejadiannya telah diseting dengan kebetulan.