Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Dalam keadaan akhir-akhir ini kondisi belajar para pelajar menurun, yang disebabkan oleh beberapa faktor diantara lain, sifat malas para pelajar dan interaksi antara guru dan siswa kurang, jadi suasana dalam kegiatan belajar mengajar tidak menyenagkan. Oleh karena itu disini akan dibahas upaya-upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenagkan.

Memang tidak mudah untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang menyenagkan, baik disekolah atau dirumah. Tetapi para orang tua biasanya mengenalkan “Home Schooling” pada anak-anak mereka dirumah, tujuannya adalah sebagai alternatif pelajaran selain pelajaran di sekolah formal. Selain itu kita juga bisa mengikuti ekskul, kursus atau les, dan biasanya sejak dini orang tua memasukkan anaknya keberbagai tempat kursus, seperti kursus Bahasa Inggris, Komputer dan lain-lain, dengan tujuan anaknya dapat menguasai bidang tersebut dengan baik.

Lingkungan belajar yang menyenangkan biasanya diciptakan sendiri oleh para siswa dengan cara diskusi atau permainan, dengan cara seperti itu para siswa dapat bertukar wawasan dengan temannya. Dan lingkungan belajar yang idealis bagi para pelajar adalah di Perpustakaan, mengapa demikian karena disana terdapat berbagai buku untuk dibaca dan dipelajari, dan juga bisa dilakukan dengan kreasi para siswa seperti belajar sambil mendengarkan musik.

Lingkungan belajar yang menyenangkan juga dipengaruhi oleh faktor guru. Jika guru dalam memberikan atau menyampaikan materi terhadap siswa dan diisi dengan guyonan, permainan dan lain sebagainya maka dapat diciptakan suatu lingkungan belajar yang menyenagkan juga.

Cara guru menyampaikan materi dengan kasih sayang terhada para siswa dan tidak dengan marah-marah, atau para siswa dipakai sebagai media pelampiasan kemarahannya, juga dapat menjadi lingkungan belajar yang menyenangkan.

Orang tua sebagai fasilitator kegiatan belajar baik di sekolah atau dirumah sebaiknya para orang tua menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan oleh para siswa dirumah atau disekolah, dan orang tua juga bertugas sebagai pemantau kegiatan belajar mengajar para siswa dirumah. Jadi kegiatan semacam itu juga dapat menciptakan suatu lingkungan belajar yang menyenagkan.

Oleh karena itu peran ke-tiga unsur tersebut tidak boleh lepas, agar terciptalah sebuah lingkungan belajar yang menyenangkan baik oleh para siswa, guru dan orang tua.

Upaya menciptakan suatu lingkungan belajar yang menyenangkan bila dipahami oleh semua unsur yang terlibat baik orang tua, siswa dan guru maka akan dengan sendirinya lingkungan belajar yang menyenangkan tersebut dapat diciptakan.