Pas lagi menjelajah di kaskus dan mencari tread dari page ke page, akhirnya nemu salah satu tread yang sagat menarik banget tentang cara ngelipat baju buat para traveler/ backpacker biar bajunya ndak kucel saat masuk tas atau keluar.
Tentu kita sadar bahwa ada banyak cara mengepak baju di dalam ransel, sebagaian dari kita banyak yang tidak peduli bahwa baju-baju sudah tidak rapi atau kucel terutama untuk kaum adam. Lipatan baju akan mudah terburai apalagi kalau ngambil lipatan yang paling bawah. Apalagi buat traveler, kalau tatanan baju dalam ransel udah berantakan pasti males buat ngerapiin dari awal.
Kriteria melipat baju yang ideal :
- Cepat
- Ringkas (makan tempat sesedikit mungkin di ransel)
- Tahan lungsut/kucel
- Anti berantakan (baju mana pun dapat dikeluarkan dengan mudah tanpa membuat isi kantung berantakan, tanpa harus berhati-hati)
Berikut tips buat ngelipet baju yang simpel, rapi, tahan lecek dan muat banyak di tas.
Yang diperlukan:
- Baju/ T-shirt
- Kantung Baju (hindari kantung kresek yang berisik, itu membuat traveler lain di kamar hostel kamu terbangun saat mengeluarkan baju)
- Karet Gelang atau Karet Rambut (optional)
Steps:
- lipat baju dengan memanjang dengan lebar sesuai dengan lebar kantung
- gulung erat-erat (hati-hati sedikit supaya tidak kucel dan tidak molor)
- ikat dengan karet gelang (supaya gulungan tidak terbuka secara sengaja)
- atur rapi di kantung dan atur yang sering dipakai berada di atas.
Hasilnya rapi dan muat banyak kan. Bisa ambil baju terbawah dengan mudah dan tidak meng-kucelkan baju yang lainnya.
Sekian Tipsnya Semoga Bermanfaat
Saat kuliah Kimia Anorganik gol. Transisi. Dengan mahasiswa sebanyak 29 orang. menempati ruangan yang cukup besar. Kursi tertata 2 banjar tapi yang terisi hanya satu banjar, dan banjar yang lain dibiarkan kosong. Suasana ruangan cukup sejuk karena pagi itu suhu lumayan dingin kurang lebih 23 derajat celcius ditambah hembusa udara dari air conditioner.
Bangku deret kedua terisi hanya 3 mahasiswa. Deret dibelakangga cukup penuh. Di sela-sela dosen menerangkan slide presentasi, dua orang mahasiswa tengah asik ber-paper chat. Pembahasan mereka masih tentang materi kuliah (ikatan kimia). Tapi sudut pandang yang dibizarakan sedikit berbeda dari sudut pandang yang lainnya.
R : Mhs Cowk
S : Mhs Cewk
R: kamu lebih suka mana atom atau senyawa?
S: atom.
R: kenapa?
S: unyu-unyu.
R: atom itu egois ndak unyu-unyu. mending senyawa, baik hati melengkai satu sama lain.
S: dari atom-atom itulah senyawa dapat berikatan dan saling melengkapi.
R: tapi kan ada atom yang tidak mau berikatan.
S: ada juga senyawa yang berbahaya.
R: meskipun berbahaya, tapi dia tetap baik-baik saja sama pasangannya.
S: seharusnya dia juga bisa baik dengan yang lainnya. disini peran atom mengubah merreka menjadi tidak berbahaya lagi.
R: jadi pihak ke-3 dong?
S: bukan pihak ketiga, tapi penengah| bukankah sendiri-sendiri tapi dapat berhubungan dengan yang lain daripada berpasangan tapi mebahayakan semuanya.
R: atom negatif suka ganggu, dengan menarik/ mengambil punya orang lain.
S: salah siapa dia tergoda?? harusnya dia bisa mempertahankan pasangan mereka!
R: ya berarti si atom yang ganjen. udah tau sudah berikatan malah dikomporin.
S: senyawa yang tidak saling memberi dan merasa kekurangan akan mencapai yang lain untuk diajak berpasangan.
R: pasti ada penyebabnya, suatu senyawa tidak saling memberi.
S: ingat! senyawa tidak akan ada tanpa atom jadi jangan melulu menyalahkan atom.
R: kalo atom radioaktif/ gas mulia? bukannya mereka egois?
S: bukan berarti mereka egois, tapi lebih nyaman bersendiri, tapi tetep diantara mereka mencoba berinteraksi dengan atom yang lain.
R: tapi kenapa ditolak?
S: dia sudah merasa nyaman, tanpa berinteraksi dia bisa berguna bagi yang lain.
R: senyawa punya lika-liku.
S: lika liku apa?
R: ikatanya kadang kuat kadang lemah.
S: kuat lemahnya tegantung dari atom yang menyusunnya.
R: tapi si atom lain juga bisa jadi penyebabnya.
S: intinya senyawa bisa terbentuk entah itu ikatan, sifat atau interaksinya itu ya dari atom. senyawa nurut saja sama atom.
R: ndak bisa gitu dong, seenaknya sendiri berarti!!!
S: terus senyawa maunya gimana? emang kalo gak ada atom ada senyawa? sama kayak kita gak ada manusia gak ada kehidupan sosial, interaksi, dll
R: Time to say good bye
S: kesimpulan, atom-senyawa.
atom dan senyawa sama seperti manusia. atom sama kayak manusia. ketika sendiri dia hanya sebuah atom/ manusia. ketika atom berikatan dia membentuk senyawa sama seperti kita manusia berkumpul akan berinteraksi dan membentuk karakter/ sifat yang sesuai ketika dia bersama. ada yang bersama memberi pengaruh baik yang lain ada juga yang membahayakan yang lain. tergantung kita mau jadi baik atau yang gak baik.
CC by : @wendy_inc and @putrizf
Bangku deret kedua terisi hanya 3 mahasiswa. Deret dibelakangga cukup penuh. Di sela-sela dosen menerangkan slide presentasi, dua orang mahasiswa tengah asik ber-paper chat. Pembahasan mereka masih tentang materi kuliah (ikatan kimia). Tapi sudut pandang yang dibizarakan sedikit berbeda dari sudut pandang yang lainnya.
R : Mhs Cowk
S : Mhs Cewk
R: kamu lebih suka mana atom atau senyawa?
S: atom.
R: kenapa?
S: unyu-unyu.
R: atom itu egois ndak unyu-unyu. mending senyawa, baik hati melengkai satu sama lain.
S: dari atom-atom itulah senyawa dapat berikatan dan saling melengkapi.
R: tapi kan ada atom yang tidak mau berikatan.
S: ada juga senyawa yang berbahaya.
R: meskipun berbahaya, tapi dia tetap baik-baik saja sama pasangannya.
S: seharusnya dia juga bisa baik dengan yang lainnya. disini peran atom mengubah merreka menjadi tidak berbahaya lagi.
R: jadi pihak ke-3 dong?
S: bukan pihak ketiga, tapi penengah| bukankah sendiri-sendiri tapi dapat berhubungan dengan yang lain daripada berpasangan tapi mebahayakan semuanya.
R: atom negatif suka ganggu, dengan menarik/ mengambil punya orang lain.
S: salah siapa dia tergoda?? harusnya dia bisa mempertahankan pasangan mereka!
R: ya berarti si atom yang ganjen. udah tau sudah berikatan malah dikomporin.
S: senyawa yang tidak saling memberi dan merasa kekurangan akan mencapai yang lain untuk diajak berpasangan.
R: pasti ada penyebabnya, suatu senyawa tidak saling memberi.
S: ingat! senyawa tidak akan ada tanpa atom jadi jangan melulu menyalahkan atom.
R: kalo atom radioaktif/ gas mulia? bukannya mereka egois?
S: bukan berarti mereka egois, tapi lebih nyaman bersendiri, tapi tetep diantara mereka mencoba berinteraksi dengan atom yang lain.
R: tapi kenapa ditolak?
S: dia sudah merasa nyaman, tanpa berinteraksi dia bisa berguna bagi yang lain.
R: senyawa punya lika-liku.
S: lika liku apa?
R: ikatanya kadang kuat kadang lemah.
S: kuat lemahnya tegantung dari atom yang menyusunnya.
R: tapi si atom lain juga bisa jadi penyebabnya.
S: intinya senyawa bisa terbentuk entah itu ikatan, sifat atau interaksinya itu ya dari atom. senyawa nurut saja sama atom.
R: ndak bisa gitu dong, seenaknya sendiri berarti!!!
S: terus senyawa maunya gimana? emang kalo gak ada atom ada senyawa? sama kayak kita gak ada manusia gak ada kehidupan sosial, interaksi, dll
R: Time to say good bye
S: kesimpulan, atom-senyawa.
atom dan senyawa sama seperti manusia. atom sama kayak manusia. ketika sendiri dia hanya sebuah atom/ manusia. ketika atom berikatan dia membentuk senyawa sama seperti kita manusia berkumpul akan berinteraksi dan membentuk karakter/ sifat yang sesuai ketika dia bersama. ada yang bersama memberi pengaruh baik yang lain ada juga yang membahayakan yang lain. tergantung kita mau jadi baik atau yang gak baik.
CC by : @wendy_inc and @putrizf








Baju Gulung